Pencegahan Dan Penanggulangan Pencemaran Air

Pencemaran air bisa menambahkan pengaruh yang terlalu merugikan terhadap manusia, hewan maupun lingkungan serta ekosistem disekitarnya.

Pencemaran air bisa menyebabkan problem kesehatan, rusaknya lingkungan serta terganggunya keseimbangan ekosistem.

  Begitu besar pengaruh yang ditimbulkan oleh pencemaran air terhadap kelangsungan makhluk hidup dan ekosistem di permukaan bumi, sehingga tindakan pencegahan dan penanggulangan pencemaran air penting untuk dilakukan.

Berikut ini akan dijelaskan tentang tindakan pencegahan dan penanggulangan pencemaran air, sehingga air sebagai keperluan signifikan bagi makhluk hidup senantiasa terjaga kebersihannya dengan menggunakan Flow Meter Air Limbah.

1. Penggunaan pupuk organik dan kompos sebagai pengganti pupuk buatan pabrik.

Hal ini merupakan alternatif pas untuk mengurangi pencemaran air oleh nitrat dan fospat. Kompos dan pupuk organik di samping bisa memulihkan persentase mineral didalam tanah termasuk bisa melakukan perbaikan struktur dan aerasi tanah serta menghindar eutrofikasi

2. Pemanfaatan musuh alami dan parasitoid didalam pemberantasan hama.

Pemanfaatan musuh alami dan parasitoid lebih aman bagi lingkungan. Hama pengganggu populasinya berkurang, tetapi tidak mengakibatkan residu pestisida didalam tanah dan didalam tubuh tanaman. Pertanian organik udah dikembangkan di negara-negara maju. Disamping membuahkan product yang aman bagi lingkungan dan kesehatan, product pertanian organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

3. Hindari pemanfaatan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Penggunaan jala dan pancing di samping lebih higienis termasuk tidak mengakibatkan rusaknya lingkungan, kelangsungan regenerasi ikan termasuk bisa terjadi baik.

4. Jangan melenyapkan limbah rumah tangga di sungai atau danau.

Sebaiknya kelola limbah rumah tangga dengan baik dan benar.

5. Kurangi pemanfaatan detergen.

Sebisa mungkin pilihlah detergen yang ramah lingkungan dan bisa terurai di alam secara cepat.

6. Pengolahan limbah cair dari pabrik/industri dengan benar.

Limbah cair dari pabrik sebaiknya disaring, diencerkan, diendapkan dan dinetralkan dulu sebelum akan dibuang ke sungai.

 7. Perencanaan AMDAL

Pembangunan kawasan industri sebaiknya disertai dengan perencanaan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

8. Kawasan industri harus mencukupi syarat yang udah ditentukan.

Persyaratan untuk kawasan industri yaitu udah memiliki instalasi pengolahan limbah, jauh dari pemukiman warga, serta seminimal mungkin membuahkan limbah.

9. Memiliki bak penampungan limbah (septi tank)

Rumah sakit dan peternakan sebaiknya memiliki bak penampungan limbah (septi tank) untuk menampung limbah yang dihasilkan.

10. Setiap rumah hendaknya menyebabkan septi tank yang baik.

 11.Pencegahan kebocoran instalasi pengeboran minyak lepas pantai dan kebocoran tanker minyak.

Mengupayakan pencegahan kebocoran instalasi pengeboran minyak lepas pantai, kebocoran tanker minyak yang bisa mengakibatkan tumpahan minyak di laut. Jika terjadi tumpahan minyak di pantai harus langsung dibersihkan sebelum akan mengakibatkan pengaruh lebih luas.

 12. Gerakan penghijauan, reboisasi, pembuatan jalan hijau, mempertahankan areal resapan air.

Melakukan gerakan penghijauan, reboisasi, pembuatan jalan hijau, mempertahankan areal resapan air terhadap kawasan-kawasan penyangga untuk menghindar terjadinya banjir.

 13. Pembuatan sengkedan dan terasering terhadap lahan miring

Pembuatan sengkedan dan terasering terhadap lahan miring termasuk bisa memperkecil laju erosi, yang akhirnya bisa mengurangi tingkat pencemaran gara-gara erosi susunan tanah.